PAPARKAN GAGASAN: Kepala MANJ Ustaz Misbahul Munir (paling kanan) saat memberikan sambutan dan memperkenalkan diri dalam rapat kerja KKMA se-kabupatem Probolinggo.
MANJ- Kepala MA Nurul Jadid (MANJ) Ustadz Misbahul Munir menyampaikan gagasannya saat didaulat menyampikan sambutan dan perkenalan dalam rapat Rancangan Kerja Tahunan (RKT) Kelompok Kerja Kepala Madrasah Aliyah (KKMA) se-Kabupaten Probolinggo, kemarin pagi (24/1) di ruang meeting MANJ.
Di hadapan para ketua KKMA, beiau merasa perlu banyak masukan dan bimbingan dari rekan-rekan kerja para ketua KKMA yang notabene para kepala madrasah aliyah di bawah Kemenag Kabupaten Probolinggo. “Khususnya bimbingan dan masukan dari Kepala kantor Kemenag Probolinggo Dr. H.Ahmad Sruji Bahtiar dan juga Kasi Pendma H. Moh. Barzan, M.Pd.I” ujar beliau.
selain memperkenalkan diri, juga disampaikan olehnya sebagai orang baru, beliau harus belajar sekaligus bekerja. Hal ini senada dengan statement Jhon Dewey Learning by doing (Belajar sambil bekerja, red.) .
selama menjalankan tupoksi tak terkecuali di MANJ, sebagai lembaga di bawah naungan yayasan Pospes Nurul Jadid harus tetap mengacu kepada Arah Kebijakan Umum Pesantren (AKUP),” urai beliau.

[Dr. Akhmad Sruji Bahtiar selaku Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Probolinggo saat memberikan sambutan dalam rapat kerja KKMA se-Kabupaten Probolinggo.]
Mendengar sambutan dari Kepala MANJ itu, Kepala Kemenag yang hadir di acara tersebut menimpali, semua yang disampaikan oleh kepala MANJ, poin-poinnya sudah tertuang di Peraturan Mentri Agama (PMA) nomor 58 tahun 2017 dan PMA Nomor 58 tahun 2018 tentang kepala madrasah. Kepala Kemenag juga mengimbau agar iklim kinerja KKMA memiliki soliditas yang tinggi.
“Marilah kita membangun KKMA dengan soliditas yang tinggi, dirawat dan dilindungi bersama. Karena tidak mungkin sebuah organisasi itu berjalan dengan baik tanpa soliditas yang kuat,” tandas beliau. Selanjutnya beliau berharap kepada KKM benar-benar akan menjadi media diskusi dan menyusun program madrasah yang urgen.
Ustaz M. Barzan selaku Kasi Pendma di acara tersebut lebih banyak memberikan pengarahan dan bimbingan kepada para ketua KKMA. Mantan guru MANJ itu menjelaskan pengertian KKM hingga pada penetapan kuota anggota KKM, serta mekanisme pengajuan anggota KKM baru.
“Untuk menjadi Aggota KKM baru bisa mengajukan permohonan kepada Pendma, kemudian diferivikasi untuk digabungkan kepada KKM yang ada,” terangnya.

Peserta yang hadir kala itu melibatkan semua ketua-ketua KKMA dan operator KKMA se-Kabupaten Probolinggo, mulai dari ketua KKMA Probolinggo, ketua KKMA1 MAN 1 Probolinggo, ketua KKMA 2 MAN 2 Probolinggo, ketua KKMA3 MANJ dan ketua KKMA4 MA Zaha. (hum4s)